Asam
urat atau uric acid merupakan hasil akhir nucleic acid atau metabolism zat
purin ( salah satu unsure protein) dalam sel tubuh. Asam urat ini dibawa ke ginjal melalui
aliran darah untuk dikeluarkan bersama air seni. Ginjal yang sehat akan
mengatur kadar asam urat dalam darah
agar selalu dalam kadar normal. Namun, asam urat yang berlebihan tidak akan
tertampung dan terolah seluruhnya oleh tubuh.
Kelebihan itu akhirnya menumpuk pada sendi dan jaringan.Asam urat, dalam jumlah terbatas juga diproduksi dari makanan yang dicerna. Asam ini lewat usus besar akan dihancurkan bakteri menjadi zat kimia dan dikeluarkan bersama kotoran.
Produksi asam urat yang berlebihan beresiko tinggi terhadap beberapa gangguan seperti penyakit asam urat, batu ginjal,kerusakan ginjal, serta tekanan darah tinggi. Gangguan artritis gout merupakan salah satujenis rematik (ada lebih dari 150 jenis arthritis). Kelainan metabolic ini kebanyakan menyerang sendi-sendi perifer atau tunggal
Karena terkait denagn pola makan, ada beberapa makanan yang harus dikurangi jumlahnya untuk menghindari asam urat. Misalnya miuman fermentasi dan mengandung alcohol seperti bir, wiski, tuak, tape dan wine. Makanan laut seperti kerang, tiram, cumi-cumi, udang, kepiting, dan berbagai jenis makanan kaleng seperti sarden dan kornet harus dibatasi jumlahnya. Disamping itu berbagai jeroan seperti hati, ginjal, limpa, usus, paru, dan otak sebaiknya jangan dikonsumsi. Makanan pantangan yang lain adalah daging sapi, ayam, ikan, daging kambing, tempe. Emping, kacang dan oncom.
Penyakit gangguan asam urat bisa dikendalikan dengan terapi jus buah dan sayuran. Jus kaya akan vitamin B5 dan vitamin C yang akan membantu pemecahan asam urat dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. Vitamin E akan menjaga asam urat dalam tubuh pada kisaran normal. Kandungan air yang tinggi dalam jus bersifat diuretek sehingga meluruhkan kelebihan asam urat dan mengeluarkannya dari dalam tubuh dalam bentuk urin.
Buah yang disarankan sebagai terapi jus untuk mencegah asam urat diantaranya, stroberi, jambu biji, papaya, mangga, jeruk, jeruk lemon, markisa, belimbing, ceri, sirsak, kiwi, bengkuang, seledri, paprika, cabai merah, labu kuning, mentimun, sawi putih, kol, daun bawang, kucai, dan almond. Selain itu, dari golongan herba ada kunyit dan jawa. ( 109 Jus Untuk Terapi, 2007)




0 komentar:
Posting Komentar