Senin, 21 Mei 2012

JUZ UNTUK MENGENDALIKAN DIABETES


Diabetes mellitus yang umum dikenal sebagai kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan komplikasi pada tingkat lanjut. Hiperglesimia sendiri dapat menyebabkan dehidrasi ketoacidosis. Komplikasi jangka lama termasuk penyakit cardiovascular (resikoganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialysis) kerusakan pada retina yang dapat menyebabkan kebutaaan, kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi, gangrene dengan resiko amputasi jari, telapak kaki, dan bahkan kaki.
Penyebab diabetes yang utama adalah karena kurangnya produksi insulin (diabetes mellitus tipe 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (diabetes mellitus tipe 2, bentuk yang lebih umum). Tipe 1 membutuhkan penyuntikan insulin, sedangkan tipe 2 diatasi dengan pengobatan oral dan hanya membutuhkan insulin bila obatnya tidak efektif.

Pemahaman dan partisipasi pasien sangat penting karena tingkat glukosa darah berubah terus. Kesuksesan menjaga gula darah dalam batasan normal dapat mencegah terjadinya komplikasi dabetes. Faktor lainnya yang dapat mengurangi komplikasi adalah berhenti merokok, mengoptimalkan kadar kolesterol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah, dan melakukan olah raga teratur.


Pada penderita diabetes, dietnya harus diatur denagn memperhatikan berat tubuh dan aktivitas penderita diabetes guna mementukan besarnya kalori, adanya akumulasi penyakit lain, serta jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Jenis bahanmakanan yang direkomendasikanolek Joint WHO/FAO Expert consultative untuk menurunkanrisikodiabetesadalah memenuhi asupan polisakarida bukan pati melalui konsumsi leguninosa dan serealia utuh, buah-buahan, dan sayuran. Asuapan harianya minimal sebanyak 20 gram.
Bahan pangan yang kaya NSP, khususnya bentuk terlarut, seperti kacang-kacangan memiliki indeks glisemik (IG) yang rendah, bahkan pangan dengan IG yang rendah tanpa memperhatikan kandungan NSP-nya, tidak hanya menghasilkan respons gula darah yang rendah setelah makan, tetapi juga ikut memperbaiki keseluruhan dalam pengendalian glisemik.
Jus buah dan sayuran sangat membantu mengontrol diabetes. Pertama, jus ini kaya akan vitamin dan mineral penting yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta kesehatan penderita. Kedua, kandungan pati dan gula di dalam sayuran dan buah mempunyai indeks glisemik yang rendah sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.
Buah dan sayuran yang disarankan untuk terapi jus bagi penderita diabetes antara lain apel, nanas, jambu biji, belimbing, jambu air, stoberi, kiwi, pisang, buah naga, plum, aprikot kering, jagung muda, avokad, brokoli, kol, kembang kol, paprika, buncis, kacang panjang, kapri, kecipir, wortel, pare, dan lidah buaya. Dari kelompok herbal ada jahe, kunyit, temu lawak, dan mengkudu.
 

0 komentar:

Posting Komentar